GRAND OPENING MUHADDITSIN FEST ILMU HADIS 8TH DAN SEMINAR "ISLAM NUSANTARA"

 


Pada Senin, 23 Oktober 2023 telah dilaksanakan Pembukaan Muhadditsin Fest Ilmu Hadis 8TH. Muhadditsin Fest merupakan peringatan milad jurusan Ilmu Hadis. Muhadditsin fest adalah singkatan dari Musabaqoh Harlah Jurusan Ilmu Hadis IAIN. 

Pembukaan Muhadditsin Fest ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon bapak Wakhid Nashruddin Ph. D dengan ditandai pemotongan tumpeng. Wakil Dekan FUA juga menyampaikan kebanggannya terhadap jurusan Ilmu Hadis yang terus berkwmbang dari masa ke masa. Harapan beliau semoga Ilmu Hadis semakin sukses dan semakin berkembang lagi.

Selain itu, Ketua Jurusan Ilmu Hadis Ibu Dr. Hj Umayah M. Ag juga menuturkan kebanggaannya kepada seluruh mahasiswa ilmu hadis dan himpunan mahasiswa ilmu hadis yang terus menyalurkan kekreatifan dan inovatif nya untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang mempunyai banyak manfaat.

Kegiatan ini ikut serta dihadiri oleh Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab serta jajarannya, serta Ketua Umun Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Adab serta jajarannya. Da'i Bachtiar sebagai Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa FUA sekaligus demisioner HIMA-ILHA ikut senang dan bangga akan perkembangan HIMA-ILHA dengan ide-idenya dalam mewadahi kegiatan yang diselenggarakan HIMA-ILHA. Harapannya semoga setelah ini perkembangan Ilmu Hadis tidak berhenti begitu saja, namun dapat terus didorong untuk lebih berkembang lagi.

Selain pembukaan, kegiatan ini dilanjutkan dengan seminar yang mengusung tema "Islam Nusantara". dalam seminar ini HIMA-ILHA menghadirkan narasumber yang sangat luar biasa. Beliau yaitu KH. Rd Marfu Muhyidin Ilyas, MA pimpinan pondok pesantren al-Muhajirin Purwakarta, yang memiliki garis keturunan dari Syekh Datul Kahfi Cirebon.

"Kita Berkualitas karena minoritas" itulah motivasi dari KH. Rd Marfu sebagai pemateri seminar pada Muhadditsin Fest ini , karena dalam ilmu yang menjadi acuan adalah kekondusifannya bukan kuantitasnya. Beliau menuturkan bahwa berbanggalah menjadi seorang mahasiswa Ilmu Hadis meskipun sebagai minoritas tapi itulah yang menjadi keunggulan. Dalam materinya beliau menjabarkan tentang apa sebenarnya yang disebut Islam Nusantara itu dan bagaimana penyebutan ini dapat diterima oleh umat Islam, bagaimana pengaruhnya di Nusantara dan apa saja tantangan yang dihadapi dalam hal ini.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.