HIMA Ilmu Hadis Gelar Seminar Entrepreneurship, Bahas Strategi Bisnis dan Affiliate Marketing di Era Digital.
UINSSCC — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HIMA) Ilmu Hadis
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Entrepreneurship pada
Selasa, 22 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kommu Space Cafe, Jalan
Majasem, ini mengusung tema “Membangun dan Mengembangkan Bisnis melalui
Strategi Penjualan dan Affiliate Marketing di Era Digital.”
Kegiatan yang dimulai pada pukul
08.00 WIB tersebut diikuti oleh mahasiswa dan menghadirkan dua pemateri, yakni
Bang Neo, Official Edu Partner TikTok Shop, Tokopedia/Agency Owner Tadasun,
serta Dr. Muhammad Nizar, M.Ag., Dosen Ilmu Hadis sekaligus entrepreneur muda.
Rangkaian acara diawali dengan
prakata dari Ketua Pelaksana, Ilham Bawazzir, kemudian dilanjutkan dengan
sambutan dari Koordinator Wilayah Jawa Barat FKMTHI, Abdul Muhyi. Rangkaian
sambutan kemudian ditutup dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA), Dr. Anwar Sanusi, M.Ag.
Dalam sambutannya, Abdul Muhyi
menyampaikan bahwa aktivitas bisnis juga memiliki keterkaitan dengan ajaran
Islam. Menurutnya, dalam hadis terdapat anjuran untuk bekerja dan memperoleh
penghidupan melalui usaha yang dilakukan sendiri. Ia menjelaskan bahwa pada
masa terdahulu, bentuk usaha dapat berupa berbagai pekerjaan dan kerajinan yang
menghasilkan nilai ekonomi.
Ia juga menyampaikan bahwa manusia
pada dasarnya tidak hidup semata-mata untuk berbisnis, tetapi bisnis dapat
menjadi salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan dan menunjang kehidupan. Hal
tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya mahasiswa memahami dunia usaha
dan cara mengelolanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas
Ushuluddin dan Adab, Dr. Anwar Sanusi, M.Ag., menyampaikan bahwa dirinya
melihat entrepreneurship sebagai bidang yang menarik karena secara nyata bisnis
dapat menjadi salah satu jalan bagi seseorang untuk memperoleh keberhasilan
ekonomi. Menurutnya, seorang entrepreneur juga memiliki kondisi dan privilege
yang berbeda-beda ketika memulai sebuah usaha.
Dalam pemaparan materi dijelaskan
dalam memulai bisnis, beliau menyarankan agar seseorang tidak menjadikan utang
sebagai pilihan pertama untuk memperoleh modal. Sumber daya atau harta yang
telah dimiliki dapat dimanfaatkan terlebih dahulu sebagai modal awal usaha.
Dengan demikian, calon pelaku usaha dapat memulai bisnis berdasarkan kemampuan
dan sumber daya yang tersedia.
Selain persoalan modal, pemahaman
mengenai Harga Pokok Produksi (HPP) juga menjadi bagian penting dalam
menjalankan usaha. Perhitungan HPP diperlukan untuk mengetahui biaya yang
dikeluarkan dalam menghasilkan suatu produk sehingga pelaku usaha dapat
mempertimbangkannya dalam menentukan harga jual.
Dalam mengembangkan bisnis,
strategi penjualan juga perlu disesuaikan dengan kondisi tempat dan
karakteristik pasar. Menurutnya, pemilihan strategi yang sesuai dengan
lingkungan tempat usaha menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar
bisnis dapat berkembang.
Seminar tersebut juga menekankan
bahwa kemampuan berjualan dan kemampuan membangun bisnis merupakan dua hal yang
berbeda. Sebagaimana disampaikan dalam kegiatan, “Semua orang bisa jualan, tapi
nggak semua orang bisa bisnis.” Menjalankan bisnis tidak hanya berkaitan dengan
menjual produk, tetapi juga membutuhkan perencanaan, perhitungan, strategi,
serta kemampuan melihat peluang.
Melalui Seminar Entrepreneurship
ini, HIMA Ilmu Hadis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya memberikan
wawasan kepada mahasiswa mengenai dunia kewirausahaan, khususnya dalam
membangun dan mengembangkan bisnis melalui strategi penjualan serta affiliate
marketing di era digital. Kehadiran dua pemateri dari latar belakang yang
berkaitan dengan entrepreneurship dan dunia digital diharapkan dapat memberikan
wawasan serta membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh dunia
usaha.

Tidak ada komentar
komentar akan di publish setelah peninjauan